3Rd. Longshan Environmental Technology Park, Zhangqiu District, JiNan, Shandong, China [email protected]
Seiring semakin ketatnya regulasi lingkungan, perusahaan industri menghadapi tekanan yang meningkat untuk memutakhirkan sistem pengendali emisi sambil mengelola biaya operasional dan kepatuhan yang terus naik. Dalam konteks ini, desulfurisasi kalsium-ke-amonia muncul sebagai pendekatan alternatif terhadap desulfurisasi gas buang (FGD) konvensional.
Tradisional desulfurisasi pembangkit listrik berbasis bahan penyerap kalsium menghasilkan jumlah besar gips desulfurisasi. Di saat yang sama, reaksi kimia tersebut dapat menimbulkan emisi CO₂ tambahan, sehingga menimbulkan tantangan potensial seiring semakin ketatnya persyaratan pengelolaan limbah padat dan emisi karbon.
Teknologi kalsium-ke-amonia menggunakan air amonia sebagai bahan penyerap dan mengubah sulfur dioksida menjadi pupuk amonium sulfat. Menurut Mingsheng Environmental Protection, proses ini tidak menghasilkan limbah padat desulfurisasi atau air limbah, serta tidak menimbulkan emisi CO₂ tambahan dari reaksi desulfurisasi.
Teknologi perusahaan tersebut dilaporkan mampu mencapai efisiensi penghilangan sulfur dioksida lebih dari 99,5%, tingkat pemulihan amonia minimal 99%, serta emisi partikulat pada saluran keluar di bawah 5 mg/m³. Dibandingkan dengan sistem berbasis kalsium konvensional, konsumsi daya sistem juga dapat dikurangi secara signifikan.
Teknologi ini dapat sangat relevan bagi perusahaan yang berencana melakukan retrofit FGD atau meningkatkan sistem pengendalian polusi udara industri yang sudah ada industrial air pollution control system . Menara desulfurisasi dan peralatan terkait yang sudah ada dapat digunakan kembali apabila kondisi memungkinkan, sehingga membantu mengendalikan biaya investasi dan memperpendek siklus retrofit.
Sementara itu, fasilitas yang dilengkapi sistem denitrifikasi SCR denitrification systems juga memperhatikan lebih cermat kebocoran amonia. Seiring dengan terus berkembangnya persyaratan untuk denitrifikasi gas buang dan pengendalian NOx, pengelolaan terpadu berbagai polutan menjadi semakin penting.
Mingsheng Environmental Protection memiliki pengalaman hampir dua dekade dalam desulfurisasi berbasis amonia dan telah menerapkan teknologinya di proyek-proyek pembangkit listrik, kimia, baja, semen-terkait, bahan karbon, pembuatan kertas, serta kokas.
Bagi operator industri, pergeseran menuju teknologi pengendalian polusi udara yang efisien dalam penggunaan sumber daya dapat memberikan jalur alternatif guna mempertahankan kepatuhan lingkungan jangka panjang sekaligus mengurangi limbah dan biaya operasional.